Showing posts with label magazine. Show all posts
Showing posts with label magazine. Show all posts

14 June 2012

Concert Survival Kit



Tahun 2012, bakal makin banyak artis internasional menggelar konser di Indonesia. Yeay! Biar bisa menikmati konser dengan nyaman, ikuti dullu aturan main berikut.

♪Comfortable, that’s the key
Say no to high heels! Yah, sebenarnya terserah kita siiih... Tapi coba bayangin, deh. Berdiri dua jam lebih sambil berdesak-desakan dengan menggunakan high heels. Stylish pas nonton konser sih memang boleh banget, tapi kalau sampai menyiksa diri, dan akhirnya malah enggak bisa menikmati konser, buat apa? Tujuan kita nonton konser kan, buat menikmati penampilan sang artis idola. Kecuali kalau kita memang udah biasa banget pakai high heels kayak Victoria Beckham, he he he. Kalau itu sih, ya terserahlah...

♪Waspada setiap saat
Kalau bisa sih, enggak perlu bawa barang-barang berharga. Cukup hape dan dompet dengan uang seadanya. Soalnya, tempat konser yang ramai dan penuh sesak biasanya sering dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Bawa tas kecil (kalau bisa selempang) untuk menyimpan barang-barang penting, dan selalu waspada. Oh ya, sebelum berangkat, jangan lupa pastikan batere hape kita dalam keadaan full, ya. Supaya kita selalu bisa dihubungi dan gampang menghubungi orang kalau ada keadaan darurat.

♪Stay together
Venue konser biasanya dipenuhi ‘lautan’ manusia. Kalau kita pergi bareng teman-teman, jangan sampai terpisah dari mereka. Jangan lupa kasih tahu nomor telepon teman kita ke ortu, supaya mereka enggak khawatir dan tetap bisa menghubungi kita seandainya batere hape kita mendadak drop.

♪Perut kenyang, hati pun senang
Jangan lupa makan sebelum nonton konser. Selain harga makanan dan minuman di venue dijual berkali-kali lipar dari harga normal, juga supaya kita enggak lemas dan pingsan. Karena banyaknya orang, kita jadi harus ‘berebutan’ oksigen sama mereka. Niat nonton konser tapi malah pingsan? Eaaa... Enggak banget deh!

♪Ayo menghafal!
Mau nonton konser tapi enggak hafal lirik lagu sama saja kaak ke sekolah tapi belum mengerjakan PR. Kalau bisa jauh-jauh hari, mulai hafalin lirik lagu yang kira-kira dinyanyikan oleh artisnya. Pasti rasanya lebih seru kalau bisa ikutan nyanyi bareng penonton lain. Lebih berasa gituuu...

Dimuat di majalah kaWanku #117 Tips N Trick “Yuk, Nonton Konser!”

Picture : tumblr.com

10 June 2012

Hemat Kertas = Sayang Pohon



As a student, hidup kita enggak jauh-jauh dari kertas. Mulai dari buku pelajaran, buku tulis, sampai kertas ulangan. FYI, ribuan pohon harus dikorbankan untuk membuat kertas, lho! Tapi, jangan lantas mendemo sekolah supaya enggak kasih tugas atau ulangan karena alasan ini. Banyak hal sederhana yang bisa kita lakukan untuk menghemat penggunaan kertas, kok.

Did you know :
Untuk memproduksi kertas, banyak pohon yang berdiameter 15-20 meter dengan tinggi 40 meter harus ditebang. Belum lagi dalam proses pengolahan dari kayu menjadi kertas di pabrik, akan dihasilkan emisi dan limbah, yang ujung-ujungnya mencemari lingkungan.

☺Ada teman yang ulang tahun? Daripada beli kertas kado, mending berkreasi menggunakan kertas dari majalah W. Kita bisa memanfaatkan halaman pin-up seleb favorit teman kita itu, chillout channel, atau juga halaman lainnya yang menarik sebagai pembungkus kado. Pastinya hadiah kita jadi eye catching, karena beda dari yang lain!

☺Selain digunakan sebagai pembungkus kado, kertas dari majalah juga bisa kita gunting dan jadikan scrapt book, mading, vas bunga, atau frame foto. Pokoknya, sekreatif kita, deh!

☺Daripada buang-buang kertas untuk menulis catatan singkat, manfaatkan aja fitur notes atau to-do-list di handphone. Praktis dan efisien! Buat apa hidup di era teknologi super canggih, kalau enggak dimanfaatkan?

☺Setiap mulai tahun ajaran baru, coba deh, cek buku-buku catatan kita di kelas sebelumnya. Beberapa buku mungkin masih ada banyak halaman yang kosong. Nah, kita bisa memisahkan kertas yang masih kosong itu, buat dijilid jadi buku baru. Nilai plusnya, kita bisa menabung uang yang harusnya digunakan buat beli buku tulis baru, kan?

☺30-40 persen sampah di Indonesia adalah sampah kertas yang kebanyakan dipakai sebagai pembungkus makanan. Jadi, daripada jajan di kantin, lebih baik bawa bekal dari rumah, dengan menggunakan tempat makan yang bisa dipakai berkali-kali. Lebih higienis, murah, dan enggak perlu buang-buang waktu untuk berdesakan di kantin.

☺Saat kertas membusuk bersama sampah lainnya, maka akan menghasilkan gas metana yang 25 kali lipat lebih berbahaya dari gas karbondioksida (CO2).

☺Industri kertas adalah pengguna energi bahan bakar ketiga terbesar di dunia. Sementara, kalau kita mendaur ulang kertas, menggunakan 60 persen energi yang lebih sedikit dibandingkan dengan membuat kertas dari batang pohon. Dengan mendaur ulang satu ton kertas, kita bisa menyelamatkan kira-kira 17 batang pohon. Yuk, mulai mendaur ulang kertas!

☺Sebanyak 27.000 batang kayu ditebang setiap harinya untuk kemudian diproduksi jadi kertas. Gimana hutan di dunia enggak cepat gundul, kalau pohonnya terus-terusan ditebang? Akibatnya akan melebar ke mana-mana. Salah satunya, banjir dan global warming.

☺Sekarang ini di toko buku udah banyak dijual buku-buku dari kertas daur ulang. Memang, sih, harganya sedikit lebih mahal. Tapi, daripada Bumi makin rusak karena pohon terus-terusan ditebang, lebih baik kita mulai menghindari kemungkinan buruk itu dari sekarang.

☺Gunakan kertas bolak-balik. Jangan baru ditulis sedikit aja udah langsung pindah ke halaman lain. Kita bahkan bisa membudayakan penggunakan kertas dua sisi untuk membuat laporan, klipping, atau tugas sekolah lainnya. Usulkan juga kepada guru-guru untuk fotokopi kertas soal atau catatan bolak-balik.

☺Kita bisa memberikan kertas-kertas, koran, dan majalah yang udah enggak terpakai ke Kedai Daur Ulang Pak Salam, yang terletak di Jalan Mampang Prapatan XI No. 3A, Jakarta Selatan. Nantinya, kertas-kertas bekas itu akan didaur ulang jadi peralatan sehari-hari, seperti kotak tisu, dan masih banyak lagi.

Dimuat di majalah kaWanku #113 Tips N Trick “Hemat Kertas = Sayang Pohon”

Picture : 500px.com

15 February 2012

No More Anti Fans



Siapa bilang jadi artis itu enak karena punya banyak fans? Kenyataannya, enggak semua orang bisa suka sama sesuatu atau seseorang. Di balik fans loyal yang mengelilingi mereka, artis juga harus siap dengan aksi para anti fans (antis).

Who Are They?

Anti fans adalah kumpulan orang-orang yang enggak suka sama artis tertentu. Mereka biasanya mencari hal-hal yang bisa menjatuhkan artis yang mereka benci, bahkan juga melakukan aksi yang bisa mengganggu artis tersebut.

Antis membentuk forum tersendiri di dunia maya, tempat di mana mereka bisa menuliskan hal-hal jelek tentang artis yang enggak mereka suka, membuat parodi, dan melakukan hal lain demi mengekspresikan rasa benci mereka.

Alasan yang melatarbelakangi rasa benci mereka itu sering kali sama sekali enggak masuk akal. Contohnya, artis enggak suka sama HanGeng (eks Super Junior) karena dia orang Cina yang sukses di Korea. Ada lagi antis yang enggak suka sama MinHo SHINee karena matanya belo, enggak kayak orang Korea kebanyakan. Ya ampun, enggak make sense banget, kan?

Aksi Mengerikan Antis

Berbagai makian dan ancaman sih, udah biasa diterima oleh para artis. Contohnya, kasus yang menimpa Park JaeBum (Jay Park) mantan leader 2PM. Ada antis yang menemukan posting lama di akun MySpace Jay yang berisi kalimat kalau dia benci Korea. Hal ini langsung memicu emosi antis lain. Lebih dari tiga ribu orang menandatangani petisi ‘JaeBum should commit suicide’. Karena enggak tahan sama semua tekanan itu, Jay memutuskan keluar dari 2PM dan balik ke Amerika.

Enggak cuma itu, mereka bahkan nekad melakukan hal-hal yang bisa membahayakan nyawa artis yang mereka benci. Yoon EunHye yang terkenal lewat Princess Hours, pernah sampai mengalami kerusakan kornea mata karena ada antis yang menyemprotkan cairan kecap dan cuka tepat ke matanya dengan pistol mainan. Karena kejadian itu EunHye jadi takut banget sama antis dan trauma enggak mau foto sama fans.

YunHo TVXQ juga sampai harus masuk rumah sakit karena minumannya dicampur lem super oleh antis. Hiii, serem banget ya!

Enggak Cuma di Korea

Antis memang enggak cuma ada di Korea. Di negara lain juga ada, enggak terkecuali di Indonesia.
Seperti yang kita tahu, belakangan ini dunia musik Indonesia kebanjiran boyband dan girlband. Banyak orang yang anti banget sama boy/girl band  tertentu, karena menurut mereka boy/girl band itu plagiat boy/girl band Korea. Coba saja search di Google, kita bisa menemukan ratusan forum tempat antis boy/girl band Indonesia, di antaranya SM*SH, 7 Icons, CherryBelle, dan masih banyak lagi.

Memang sih, di Indonesia, aksi para antis belum sampai separah di Korea. Antis biasanya cuma memaki atau menuliskan hal-hal jelek tentang artis yang mereka benci. Tapi tetap saja, hal ini perlu jadi perhatian kita bersama, karena kalau dibiarkan, enggak menutup kemungkinan kejadian kayak di Korea bisa terjadi. Duh, jangan sampai deh…

What to do?

Enggak suka sama artis itu hal yang wajar. Enggak ada aturan supaya kita menyukai (atau disukai) oleh semua orang. Tapi akan jadi enggak wajar kalau kita membenci seorang artis (atau siapa pun juga) dengan terlalu berlebihan. Kalau enggak suka, ya udah, enggak usah nonton acara yang ada artis itu. Enggak perlu juga baca artikel soal mereka. As simple as that.

Sering kali, yang para antis ini lakukan malah sebaliknya. Mereka enggak suka, tapi buang-buang begitu banyak waktu untuk browsing buat cari kejelekan sang artis. Atau buang-buang waktu dan tenaga dengan mengedit foto buat menjelek-jelekkan, atau mengurus forum antis. Iiih… aneh banget, kan? Katanya enggak suka, jadi ngapain kita menghabiskan begitu banyak waktu untuk fokus sama orang yang enggak kita sukai?

In the end, kita semua punya hak buat enggak suka sama seseorang, tapi ingat, mereka juga punya hak buat terus berkarya, selama apa yang mereka lakukan enggak merugikan orang lain.

Buat apa sih, mengotori hati dengan mengurusi orang lain yang bahkan enggak mengenal kita secara langsung? Mending cari kegiatan lain yang lebih positif dan berkarya saja, yuk. Siapa tahu kita bisa sekeren atau bahkan mengalahkan orang yang kita benci. Pasti jadi ‘pembalasan’ yang jauh lebih oke.
(averina)


Dimuat di Majalah kaWanku No. 118/2012
Picture : glamromance.tumblr.com | dok : kaWanku

26 December 2011

Untuk Dilindungi, Bukan Disakiti



Belakangan, berbagai media ramai memberitakan soal pembantaian orangutan di Kalimantan. Miris rasanya, kalau primata pintar yang enggak berdosa ini malah jadi korban akibat keserakahan manusia.

Orangutan hanya terdapat di Indonesia dan Malaysia, khususnya di hutan hujan Pulau Sumatera dan Kalimantan. Hewan ini termasuk golongan kera besar yang terbagi dalam dua spesies, yakni orangutan Sumatera (dengan nama latin Pongo abelii), dan orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Orangutan memiliki kekerabatan yang dekat sama manusia, karena kesamaan DNA sebesar 96,4%.

Orangutan hidup di atas pohon-pohon besar, dan jarang turun ke tanah. Mereka rajin berpindah dari satu pohon ke pohon lain (brachiating). Saat berpindah inilah, biji dari buah yang mereka makan berjatuhan dan menyebar di tanah, kemudian menjadi cikal bakal pohon-pohon baru. Itulah sebabnya orangutan disebut sebagai penjaga ekosistem hutan.

Orangutan ditetapkan sebagai hewan yang wajib dilindungi oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN), karena jumlah populasinya yang semakin mendekati kepunahan. Mereka membutuhkan waktu reproduksi yang terbilang lama untuk ukuran hewan. Orangutan betina biasanya melahirkan setiap 7-10 tahun sekali, dengan lama kandungan mirip manusia, 8.5 sampai 9 bulan. Setiap kali mereka melahirkan, hanya akan ada satu bayi orangutan. Umur orangutan di alam liar bisa mencapai 45 tahun, dan sepanjang hidup, mereka cuma bisa punya tiga anak.

Setelah proses kelahiran, bayi orangutan akan tinggal bersama induk mereka sampai umur enam atau tujuh tahun. Hubungan antara bayi orangutan dan induk mereka sangat dekat, karena sifat protektif dari sang induk. Selama masih tinggal bersama induk mereka, mereka akan diajarkan banyak hal, tentang bagaimana harus bertahan hidup di alam bebas.

Ancaman orangutan datang dari keserakahan manusia. Habitat mereka semakin sempit karena kawasan hutan hujan yang selama ini mereka tinggali dijadikan lahan kelapa sawit dan pertambangan. Pohon-pohon di hutan juga banyak ditebang buat diambil kayunya.

Orangutan kehilangan 80% wilayah habitatnya dalam waktu kurang dari 20 tahun. Mereka juga sering disakiti bahkan dibunuh para petani karena dianggap sebagai hama. Padahal, mereka cuma mau cari makan, karena makanan mereka di hutan udah enggak ada lagi.

Saking protektifnya induk orangutan terhadap anak mereka, para pemburu yang enggak punya hati itu tega membunuh induk orangutan, supaya bisa mengambil anak mereka dan menjualnya secara ilegal.

Kasus pembantaian orangutan di Kalimantan

Pembantaian orangutan secara massal di Desa Puan Cepak, Kutai Kertanegara, Tenggarong, Kalimantan Timur sudah dilakukan sejak tahun 2008, tapi beritanya baru ramai dibicarakan sekarang. Banyak ditemukan bangkai orangutan dalam kondisi mengenaskan, akibat disakiti oleh masyarakat sekitar atas perintah dari PT Khaldea Agroprima Mandiri. Baru-baru ini juga ditemukan fakta lain yang lebih menyedihkan, bahwa pembantaian tersebut bukan hanya dilakukan oleh manusia, tapi juga anjing pemburu yang terlatih.

Pemburu akan diantar oleh anjing pemburu ke lokasi yang terdapat banyak orangutan. Orangutan yang ada di kebun sawit akan dikejar oleh anjing pemburu. Kalau kabur, mereka akan ditembak dengan senapan angin atau ditombak sampai mati. Mayat orangutan difoto sebagai bukti ke perusahaan. Lewat foto itulah, mereka mendapat gaji 1,2 juta per bulan, plus 1 juta rupiah kalau berhasil membunuh orangutan. Benar-benar kejam dan enggak punya perasaan!

The real hero
Di balik kekejaman dan ketidakadilan tersebut, untungnya masih ada Biruté Galdikas (65), perempuan asal Jerman yang concern banget sama nasib orangutan. Beliau udah menulis beberapa buku tentang kelangkaan orangutan. Galdikas sampai di Kalimantan saat berumur 25 tahun. Sejak itu, beliau terus melakukan berbagai upaya untuk memencegah kepunahan orangutan dengan membangun pusat rehabilitasi. Bukan cuma itu, beliau juga membuat film dokumenter berjudul Born to Be Wild 3D (April 2011).

Trivia

- Tinggi orangutan sekitar 1.25-1.5 meter, sementara beratnya sekitar 50-90 kg (jantan) dan 30-50 kg (betina).
- Orangutan suka makan durian, madu, dan jamur.
- Orangutan bisa berjalan dengan dua kaki, tapi enggak bisa berenang.
-Orangutan adalah hewan semi-soliter, yang artinya, mereka enggak hidup dalam kawanan besar. Orangutan jantan biasanya ditemukan sendirian, sementara yang betina bersama dengan beberapa anaknya.
-Orangutan jantan bisa membuat panggilan jarak jauh yang terdengar sampai radius 1 km karena punya kantung tenggorokan yang besar. Gunanya untuk mengawasi arealnya, memanggil orangutan betina, ataupun mencegah gangguan dari orangutan jantan lain.
- Predator terbesar orangutan antara lain macan tutul, babi, buaya, ular phyton, elang hitam, dan... manusia!
- Menurut data WWF, terjadi penjualan orangutan ke Taiwan mencapai 1000 ekor antara tahun 1985-1990.

Dimuat di Majalah kaWanku No. 114/2011


Picture : orangutanphotos.blogspot.com | dok : kaWanku

28 April 2011

Senyuman Putri Hujan






Tallara duduk termangu di tepi danau. Raut wajahnya menyiratkan rasa gundah yang tengah melandanya. Beberapa menit sebelum ia mengasingkan diri ke Telaga Jerara, Tallara baru saja selesai menunaikan tugasnya sebagai salah satu putri kerajaan langit.
Tallara adalah putri keempat dari lima putri Raja Langit. Kelima putri langit itu masing-masing memiliki wewenang penuh atas lima aspek penting alam, dimulai dari Meghana yang menguasai cakrawala, Drisana si penguasa matahari, Makani yang menguasai angin, Tallara penguasa hujan, dan Eira, si bungsu penguasa salju.
Semua kejadian-kejadian alam yang terjadi di Bumi diatur oleh mereka, atas perintah dari Raja Langit. Tallara sendiri biasanya menurunkan hujan dengan sebuah keranjang berisi butiran-butiran kristal, yang nantinya akan ditaburkan oleh jari-jari lentiknya ke Bumi. Biasanya Tallara suka melakukan pekerjaannya ini sambil duduk di atas awan dan mendendangkan lagu-lagu favoritnya.
Namun saat itu pemandangan yang didapatinya menimbulkan sebuah pertanyaan besar dalam sanubari Tallara. Dari atas awan, ia bisa melihat dengan jelas banyak tempat yang dilanda banjir, serta banyaknya penghuni Bumi yang menjadi korban. Tallara gundah. Ia merasa menjadi pihak yang paling bertanggung jawab atas musibah yang melanda Bumi.
Tugasnya seharusnya menurunkan hujan yang dapat membuat orang bersukacita, hujan yang menyuburkan. Bukannya malah menimbulkan kesengsaraan di mana-mana.
Tallara kemudian tersadar bahwa selama ini ia bekerja di bawah perintah Raja Langit. Lantas, mengapa Raja memerintahkannya untuk menaburkan kristal lebih banyak dan lebih sering ke Bumi? Apa sebenarnya rencana Raja Langit?
Maka dengan tekad bulat, Tallara bangkit dari posisi duduknya, kemudian bergegas pergi ke istana untuk menemui Raja Langit.
"Ayahanda Paduka Raja, apakah aku boleh menanyakan satu hal?" tanya Tallara setelah memberikan hormat kepada Raja Langit.
"Apa itu, Putriku?" tanya Raja Langit dengan senyuman yang menghiasi wajah arifnya.
"Saat menjalankan tugasku tadi, aku melihat penghuni Bumi sedang kesusahan karena hujan yang berlebihan. Aku sedih, Ayah. Aku telah membuat mereka semua menderita."
"Lalu, apa yang hendak kautanyakan padaku?"
"Selama ini aku hanya menjalankan tugas sesuai dengan perintah Ayahanda. Mengapa Ayah memerintahku untuk menaburkan kristal lebih banyak belakangan ini?"
"Kau masih muda, Sayangku. Masih banyak hal yang belum kaupahami. Mari kutunjukkan padamu." kemudian Raja bangkit dari singgasananya dan mengajak Tallara untuk ikut beranjak.
Ternyata Raja membawa Tallara untuk berkunjung ke Bumi. Kegiatan ini langsung membuat Tallara bersemangat. Nalurinya mengatakan bahwa sang ayah yang bijaksana pasti memiliki alasan kuat di balik segala penyebab kegundahannya.
Keduanya pun menjelma menjadi serupa dengan penghuni Bumi lainnya. Sebenarnya perbedaan di antara penghuni langit dan Bumi hanya terletak pada pakaian dan kesaktian mereka.
Selanjutnya, pemandangan yang menyambut Tallara langsung membuatnya terperangah. Air mata kepedihan tak mampu lagi ditahannya. Tepat di depan mata kepalanya sendiri, terlihat belasan orang dengan pakaian seragam, sedang menebang batang pohon yang ada di sekitar mereka. Tidak hanya itu saja, hidung Tallara dapat menangkap bau asap dari kejauhan. Dan begitu mendengar jawaban atas pertanyaan ayahnya dari seseorang yang melintas di dekat mereka, isakan Tallara semakin menjadi-jadi.
"Itu asap yang berasal dari kebakaran hutan, beberapa hektar jaraknya dari sini, Pak."
Sebelum Tallara sempat tersadar, dirinya sudah dibawa ke tempat lain oleh sang ayah. Kali ini mereka berdua tengah berada di atap sebuah bangunan yang terbuka, sehingga Tallara dapat melihat keadaan di sekelilingnya.
Semua pemandangan itu kembali menghantam Tallara telak-telak. Puluhan orang yang membuang sampah sembarangan, asap dari kendaraan bermotor yang membuat matanya perih, lautan bangunan beton dengan halaman semen, semuanya betul-betul menjejali dadanya sampai-sampai Tallara merasa dirinya bisa hancur berkeping-keping.
"Ayah, aku sudah tidak tahan lagi. Bisakah kita kembali ke istana?" Tallara berujar pilu. Tak sampai semenit setelahnya, keduanya sudah kembali ke Kerajaan Langit.
"Kau lihat, putriku? Penghuni Bumi sendiri yang menyebabkan kesengsaraan bagi diri mereka. Mereka begitu semena-mena terhadap alam, sehingga alam pun menjerit kepadaku meminta keadilan. Itulah sebabnya aku memerintahkan kau untuk menurunkan lebih banyak butiran kristal ke Bumi. Pada dasarnya aku juga tidak tega. Hanya saja, aku tidak dapat mengabaikan jeritan alam."
Mendengar penjelasan ayahandanya, muncul sebuah tekad kuat di dalam hati Tallara. Bagaimanapun caranya, ia harus menyelamatkan Bumi dan seluruh penghuninya dari malapetaka.
"Ayah, bolehkah aku menolong Bumi dan penghuninya? Aku berjanji tidak akan melanggar aturan apapun."
"Lakukan dengan caramu, Tallara. Aku akan selalu mendukung selama apa yang kau kerjakan itu membawa kebahagiaan bagi semua orang."
* * *
Maka Tallara pun mulai mencari cara untuk menyelamatkan Bumi dari kehancuran. Keempat saudarinya memilih untuk tidak ikut ambil bagian dalam rencana Tallara yang mereka anggap hanya buang-buang waktu saja. Mereka adalah putri Kerajaan Langit. Jadi, untuk apa ikut pusing memikirkan apa yang terjadi di Bumi?
Sore itu kebetulan Tallara sedang bebas tugas. Ia pun mengamati keadaan Bumi dari atas awan. Sampai akhirnya pandangannya jatuh pada seorang gadis yang sedang merenung sendiri di taman. Tallara pun diam-diam mendengarkan kata demi kata yang diucapkan gadis itu kepada dirinya sendiri.
"Kenapa sih, mereka semua malah menganggapku sebagai orang yang sok peduli lingkungan? Kenapa mereka nggak pernah sekalipun mendengarkan aku?
"Setiap kali aku menegur mereka karena membuang sampah sembarangan, mereka malah balik memarahiku. Setiap kali aku mengikuti kegiatan pelestarian lingkungan, mereka mengatai aku buang-buang waktu saja. Padahal aku kan hanya ingin menjaga Bumi agar tidak semakin rusak."
Tallara seolah mendapat angin segar. Ia bisa menyelamatkan Bumi lewat gadis ini. Tallara pun segera bangkit dan bergegas menuju ruang arsip istana, ingin mencari tau siapakah gerangan gadis itu. Ternyata namanya Saskhia Dewani Aldivar. Baiklah, Tallara akan segera menyusun siasat lebih lanjut.
Dengan bantuan Penasehat Baldar, salah satu orang kepercayaan ayahnya, Tallara meminta bantuan agar dirinya bisa masuk ke dalam mimpi Saskhia malam itu.
"Saskhia, kenalkan, aku Tallara, Putri Hujan dari Kerajaan Langit. Aku ingin membantu Bumi agar terlepas dari segala bencana. Dan untuk mewujudkannya, aku membutuhkan bantuanmu. Apa kau bersedia membantuku?"
"Tentu saja aku bersedia. Aku juga prihatin dengan keadaan Bumi saat ini. Tapi, bagaimana caranya? Setiap kali aku mencoba untuk menyelamatkan Bumi, semua orang mengolok-olok aku."
"Kau menyukai dunia sinematografi, bukan? Setidaknya itu yang kubaca dalam biografimu di ruang arsip istana. Kau bisa menyelamatkan lingkungan lewat hobimu itu."
"Tapi, bagaimana caranya? Aku tidak mengerti maksudmu." Saskhi masih sangsi dengan ide Tallara. Memang betul sinematografi adalah dunia yang paling dicintainya sejak masih di bangku SMP. Tapi apa hubungannya Bumi dan hobinya itu?
"Tentu kau tahu pasti maksudku, Saskhia Aldivar. Tolong lakukan saja apa yang menurut kata hatimu tepat. Kita berdua sama-sama tidak ingin melihat kehancuran Bumi, bukan?"
"Tapi, kamu kan putri langit. Kenapa kamu harus repot-repot mengurusi Bumi segala?"
"Karena aku mencintai Bumi dan segala isinya seperti halnya aku mencintai langit."
Keesokan paginya, Saskhi merenungi mimpi ajaibnya itu. Bagaimana caranya menyelamatkan Bumi dengan hobi sinematografinya?
Tiba-tiba, entah dari mana, ide itu langsung mendarat di otaknya. Ia bisa membuat film dokumenter tentang Bumi! Sounds brilliant, isn't it?
*  *  *
Saskhi memekik kegirangan begitu membaca poster di papan pengumuman sekolahnya. Poster itu berisi lomba film dokumenter yang diadakan oleh sebuah perusahaan kosmetik terkenal. Merasa mendapat angin segar, Saskhi mulai memikirkan tema dan konsep film dokumenternya.
Setiap hari, Tallara selalu mengamati gerak-gerik Saskhi. Ia pun sukses dibuat kagum oleh kerja keras dan kesungguhan gadis itu. Saskhi rela tidur sampai larut malam hampir setiap hari demi menyelesaikan proses syuting film dokumenternya. Tallara optimis bahwa dirinya tidak salah langkah dengan menggantungkan asanya di bahu gadis itu.
Hari pengumuman pemenang lomba film dokumenter pun tiba. Baik Saskhi maupun Tallara yang sedang mengamati dari atas awan mulai cemas. Seandainya saja film Saskhi berhasil meraih juara pertama, maka film tersebut pastinya akan ditonton oleh banyak orang. Dan keduanya berharap dengan semakin banyaknya orang yang menonton film tersebut, maka semakin banyak pula orang yang menjadi peduli pada kondisi Bumi yang makin hari kian memprihatinkan.
"Dan, pemenang pertama adalah film dokumenter dengan judul 'Tangisan Putri Hujan' karya Saskhia Aldivar!"
Saskhi langsung menjerit kesenangan, begitu pula dengan Tallara, yang sukses membuat bingung keempat saudarinya. Ia dan Saskhi berhasil!
Segala hal yang dilandasi rasa cinta dan juga perjuangan pasti menghasilkan sesuatu yang indah. Hal itulah yang selalu diyakini Tallara, dan akhirnya menjadi kenyataan.
* * *
Setahun setelahnya, Tallara kembali berada di Telaga Jerara. Namun kali ini tanpa raut sedih menghiasi wajahnya. Justru sebaliknya, Tallara sedang tersenyum bahagia. Sebelum mengasingkan diri di tempat ini, Tallara baru saja 'mematai-matai' Saskhi. Gadis itu kini semakin sibuk dengan berbagai seminar film dokumenter di SMA dan kampus-kampus, juga menjadi mengetuai sebuah badan sosial pecinta lingkungan.
Kondisi Bumi semakin hari juga mulai membaik karena banyak penghuninya yang sadar setelah menonton film dokumenter Saskhi. Bukan hanya itu saja, sudah banyak orang yang terinspirasi dan ikut membuat film dokumenter serupa, membahas soal alam dan lingkungan hidup.
Hutan kembali mendapatkan perhatian dengan digalakannya gerakan reboisasi. Selain itu, penghuni Bumi semakin disiplin dalam hal membuang sampah dan merawat Bumi.
Kini, tangisan Putri Hujan sudah tergantikan dengan sebuah senyuman. Senyuman yang mencerminkan kebahagiaan karena usahanya–juga usaha seorang gadis remaja penghuni Bumi bernama Saskhia Aldivar–membuahkan hasil yang manis bagi Bumi dan seluruh penghuninya.***


Juara Hiburan Lomba Cerpen Kawanku 2010




Dimuat di Majalah kaWanku edisi #104

Pictures : bottle-star.tumblr.com | dok : kaWanku