Showing posts with label tips. Show all posts
Showing posts with label tips. Show all posts

01 December 2012

Christmas in The Air


1. Decorate the Christmas tree
Walaupun enggak bisa menghias pohon natal sungguhan kayak orang-orang di belahan bumi Eropa dan Amerika, kita tetap bisa menghias pohon Natal imitasi-nya kok. Apalagi sekarang makin banyak varian pohon natal, mulai dari ukuran mini sampai raksasa, warna hijau sampai putih, dsb. Lebih seru lagi kalau kita bisa bikin pohon Natal kreasi kita sendiri. Pohon Natal kan, enggak selalu harus terbuat dari pohon cemara.

2. Buat kartu Natal (BUKAN virtual) dan kirim ke orang-orang yang kita sayang
Di zaman teknologi canggih, cuma perlu duduk di depan komputer dan Christmas card virtual pun sudah bisa langsung dikirim ke semua contact e-mail atau social media kita. Tapi rasanya pasti enggak akan se-intimate dibandingkan membuat kartu Natal sendiri sesuai kreativitas kita, dan mengirimkannya dengan jasa pos ke alamat orang-orang yang kita sayang. Lebih repot, sudah jelas. Tapi sebanding kok, dengan rasa puas di saat keluarga atau teman-teman kita menerima kartu Natal kita itu.

3. Nonton film-film bertema Natal
Film bertema Natal biasanya identik dengan cerita keluarga dan komedi yang ringan dan pas banget menemani saat-saat istirahat kita bareng keluarga atau teman-teman. Tambahannya lagi, pasti ada ‘pelajaran’ atau makna penting yang bisa sekalian jadi renungan.

4. Nongkrong di coffee shop sekedar buat menikmati segelas cappucino / hot chocolate sambil dengerin Christmas carol
Entah hal ini saya rasakan sendiri atau tidak, tapi mendengarkan Christmas carol selalu berhasil membuat hati saya menjadi damai. Mungkin karena lagu-lagu Natal mempunyai spirit tersendiri yang berbeda dengan lagu biasa. Apalagi kalau mendengarkan Christmas carol ditemani secangkir cappucino atau hot chocolate yang masih mengepul. Tenangnya maksimal.

5. Hunting kado Natal
Walaupun tradisi memberikan kado Natal di Indonesia bukan merupakan hal wajib, tapi enggak ada salahnya kan, berbagi keceriaan di moment bahagia. Kalau selama ini kita terkesan kurang perhatian sama orangtua, saudara, atau teman, sekarang lah saatnya ‘menebus dosa’. Enggak perlu mahal, kado sederhana yang diiringi perasaan tulus pasti membuat mereka senang dan terharu. Lebih seru lagi kalau bikin acara tuker kado, dengan persyaratan (misal: harga kado enggak boleh lebih dari Rp 50.000,-).

6. Coba membuat beberapa hidangan khas Natal
Mungkin selama ini kita dan keluarga punya tradisi dinner di restoran sehabis kebaktian atau misa Natal. Kenapa enggak coba mengganti tradisi tersebut tahun ini, dengan makan di rumah? Lebih asik lagi kalau bisa masak bareng anggota keluarga. Googling resep hidangan khas Natal, terus praktekin dengan cara bagi-bagi tugas. Soal enak atau enggaknya, doesn’t really matter. Yang penting kan, keakraban selama proses memasak.

7. Berbagi keceriaan Natal dengan saudara-saudara yang kurang beruntung
Natal adalah moment awal pengorbanan Yesus yang diutus menjadi manusia untuk menebus dosa-dosa umatn-Nya. Jelas, moment gembira ini harus bisa dirasakan semua orang. Caranya sederhana kok, dengan berbagi kebahagiaan dan rejeki kita kepada saudara-saudara yang kurang beruntung. Bisa dengan memberikan kado Natal untuk anak-anak panti asuhan, merayakan Natal di panti jompo, atau menyumbang mainan dan buku ke lembaga yang memperhatikan anak-anak kurang beruntung.

8. Ajang perenungan dan membuat resolusi tahun baru
Tidak ada yang melarang kita merayakan Natal dengan pesta. Tapi bukan berarti kita lupa dengan makna Natal yang sebenarnya. Apalagi Natal juga jatuh di akhir tahun, sehingga pas rasanya kalau kita sekalian memanfaatkan moment ini untuk merenungkan apa saja yang sudah kita lakukan selama setahun ke belakang, sekaligus mulai membuat resolusi untuk tahun yang akan datang. Pasti Natal kita jadi lebih bermakna dan berkesan.

Pictures : weheartchristmas.tumblr.com | sleigh-ride.tumblr.com | favim.com | redletterchristians.org | home-biba.blogspot.com

22 November 2012

Live Well, Love Much, Laugh Often



Moment yang selalu membuat saya bahagia adalah di saat bisa menghabiskan waktu bersama dengan sahabat-sahabat saya.
Di saat kami bisa mengobrol non stop tanpa kenal kata lelah. Di saat kami bisa tertawa dan bercanda seakan tidak pernah merasakan kesedihan dunia.
Setelah berpisah dengan mereka pun, saya akan jadi lima kali lipat lebih bawel dari biasanya. Lebih bersemangat dan lupa dengan rasa capek (misal setelah seharian berjalan memakai high heels).
Sering membaca berbagai artikel, akhirnya saya mengetahui penyebab perasaan bahagia itu.
Hormon endorfin.
Entah bagaimana manusia tanpa hormon ini. Muram sepanjang hari? Mungkin saja.
Kata endorfin/endhorphine berasal dari ‘endogenous’ dan ‘morphine’, yang berarti morfin alami yang dihasilkan oleh manusia sendiri, tepatnya dari kelenjar hipofisis dan hipotalamus yang terletak di dasar tengkorak.

Singkatnya, hormon endorfin merupakan senyawa kimia yang membuat seseorang bisa merasa bahagia. Hormon ini bertindak seperti morfin, bahkan dikatakan efeknya dua ratus kali lebih besar dari morfin.

Selain membuat happy, hormon ini juga memiliki banyak manfaat. Di antaranya adalah mengatur produksi hormon pertumbuhan dan seks, mengendalikan rasa nyeri dan sakit yang menetap, mengendalikan perasaan stres, serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Endorfin tidak tercipta begitu saja. Kita perlu melakukan beberapa usaha, karena endorfin baru akan muncul apabila cadangan glukosa dalam tubuh mulai habis. Otot tubuh membutuhkan oksigen yang cukup untuk membakar glukosa menjadi adenosine triphospate (ATP) yang akan diubah menjadi energi yang dibutuhkan oleh sel-sel tubuh kita. Ketika glukosa habis, barulah lemak dibakar. Pada saat glukosa habis dibakar inilah endorfin mulai muncul. That’s why, melakukan olahraga (seperti jogging) bisa membuat kita merasa senang dan nyaman.

"Always laugh when you can. It is cheap medicine." - Lord Byron
Source : wikipedia.com | herrypenulis.blogspot.com
Picture : google.com.br

14 June 2012

Concert Survival Kit



Tahun 2012, bakal makin banyak artis internasional menggelar konser di Indonesia. Yeay! Biar bisa menikmati konser dengan nyaman, ikuti dullu aturan main berikut.

♪Comfortable, that’s the key
Say no to high heels! Yah, sebenarnya terserah kita siiih... Tapi coba bayangin, deh. Berdiri dua jam lebih sambil berdesak-desakan dengan menggunakan high heels. Stylish pas nonton konser sih memang boleh banget, tapi kalau sampai menyiksa diri, dan akhirnya malah enggak bisa menikmati konser, buat apa? Tujuan kita nonton konser kan, buat menikmati penampilan sang artis idola. Kecuali kalau kita memang udah biasa banget pakai high heels kayak Victoria Beckham, he he he. Kalau itu sih, ya terserahlah...

♪Waspada setiap saat
Kalau bisa sih, enggak perlu bawa barang-barang berharga. Cukup hape dan dompet dengan uang seadanya. Soalnya, tempat konser yang ramai dan penuh sesak biasanya sering dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Bawa tas kecil (kalau bisa selempang) untuk menyimpan barang-barang penting, dan selalu waspada. Oh ya, sebelum berangkat, jangan lupa pastikan batere hape kita dalam keadaan full, ya. Supaya kita selalu bisa dihubungi dan gampang menghubungi orang kalau ada keadaan darurat.

♪Stay together
Venue konser biasanya dipenuhi ‘lautan’ manusia. Kalau kita pergi bareng teman-teman, jangan sampai terpisah dari mereka. Jangan lupa kasih tahu nomor telepon teman kita ke ortu, supaya mereka enggak khawatir dan tetap bisa menghubungi kita seandainya batere hape kita mendadak drop.

♪Perut kenyang, hati pun senang
Jangan lupa makan sebelum nonton konser. Selain harga makanan dan minuman di venue dijual berkali-kali lipar dari harga normal, juga supaya kita enggak lemas dan pingsan. Karena banyaknya orang, kita jadi harus ‘berebutan’ oksigen sama mereka. Niat nonton konser tapi malah pingsan? Eaaa... Enggak banget deh!

♪Ayo menghafal!
Mau nonton konser tapi enggak hafal lirik lagu sama saja kaak ke sekolah tapi belum mengerjakan PR. Kalau bisa jauh-jauh hari, mulai hafalin lirik lagu yang kira-kira dinyanyikan oleh artisnya. Pasti rasanya lebih seru kalau bisa ikutan nyanyi bareng penonton lain. Lebih berasa gituuu...

Dimuat di majalah kaWanku #117 Tips N Trick “Yuk, Nonton Konser!”

Picture : tumblr.com

17 October 2011

SKS [Sistem Kebut SeJAM]



Kalau SKS yang satunya adalah Sistem Kebut Semalam, coba bayangkan kalau malam itu berubah menjadi jam. Itulah yang saya jalani selama masa SMA dan bahkan terbawa sampai kuliah. Saya tidak tahu apa ada orang lain yang mengalami hal serupa dengan saya, karena saya memang baru akan optimal belajar ketika berada dalam keadaan terdesak.
Biasanya saya akan datang lebih pagi ke sekolah saat ujian berlangsung, kemudian belajar dengan mendengarkan teman-teman saya yang lain belajar. Saya adalah tipe orang yang lebih bisa belajar dengan cara seperti itu ketimbang harus membaca kumpulan soal atau materi.
SKS (baik Semalam / Sejam) tentu saja lebih banyak berakhir dengan kekecewaan. Terkadang, selesai mengerjakan soal ujian, saya akan keluar ruangan dengan raut wajah bahagia karena otak saya masih fresh dalam menyimpan memori pelajaran, sehingga dapat menjawab soal-soal dengan baik. Tapi tentu saja hal tersebut terjadi ketika Dewi Fortuna sedang berpihak kepada saya. Jika sedang kurang beruntung, saya akan keluar dengan lemas dan kata-kata seperti ini yang biasanya terucap "Ah, coba gue belajar lebih lama!" maupun kata-kata lain yang intinya sama, penyesalan.

The conclusion is : SKS is NOT effective! Don't try this at home.
Lantas, kalau SKS tidak disarankan untuk dilakukan, apa yang harus dipersiapkan untuk menghadapi ujian?
1. Buat jadwal belajar sesuai dengan kemampuan kita. Maksudnya, kalau sudah berani membuat jadwal belajar selama dua jam, maka kita harus belajar selama dua jam, tanpa mendiskonnya menjadi satu jam. Discipline is the key to success!

2. Ciptakan suasana belajar yang kondusif. Untuk sementara, selama belajar, jauhkan diri kita dari handphone, internet, atau apapun yang bisa membuat pikiran kita bercabang.

3. Menyicil dari jauh-jauh hari. Dont be such a procrastinator! Dengan menunda-nunda waktu belajar, maka pada akhirnya bahan yang harus dipelajari menjadi menumpuk dan kita sudah terlanjur malas belajar.

4. Belajar bersama teman. Segala sesuatu yang dilakukan bersama teman pasti akan terasa lebih menyenangkan, termasuk belajar. Siapa tahu kita akan lebih memahami materi pelajaran kalau diajari oleh teman, karena menggunakan bahasa yang lebih simpledan akrab di telinga.
5. Buat target nilai. Dengan membuat target nilai, maka kita akan terpacu untuk mencapai nilai tersebut. Kalau perlu tuliskan nama saingan utama kita di kelas dalam hal pelajaran. Bukan berarti kita memusuhi mereka karena merasa tersaingi. Sebaliknya, justru kita bisa belajar dengan teman kita tersebut. Manfaatnya bukan hanya kita menjadi lebih pintar, tapi juga membuat teman kita lebih pintar, karena dengan mengajarkan kita, maka dia akan menjadi lebih mahir dalam materi tersebut.
6. Rileks dan teliti. Belajar sudah, berarti tinggal menunggu waktu mengerjakan ujian. Ingat, segala sesuatu yang dikerjakan dengan diliputi kepanikan pasti akan berakhir kacau. Jadi, rilekskan tubuh dan pikiran kita. Kalau cara belajar kita memang sudah benar, tidak ada alasan untuk takut dan panik lagi. Jangan lupa cek kembali pekerjaan kita, mulai dari hitung-hitungan (mafia + ekonomi), ataupun jawaban yang sudah kita tulis di lembar jawab.
#notetomyself Tidak hanya berbagi tips belajar yang benar. Mulai sekarang, saya harus mempraktekkan cara tersebut. Sudah cukup pengalaman UTS pertama saya di bangku kuliah yang tidak berakhir maksimal.
Picture : facebook.com

16 February 2011

Miss Independent



Tahun baru menjadi pertanda bahwa usia kita pun bertambah. Seiring dengan pertambahan usia, tentunya kita juga harus menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab dan mandiri. 
Namun sayangnya, orang sering salah mengartikan makna di balik kata mandiri. Tinggal terpisah dari orangtua atau menafkahi diri sendiri seringkali menjadi tolak ukur kemandirian seseorang. Padahal... mandiri jauh lebih dari pada itu. 
Menilik ke kehidupan pribadi saya sendiri, setiap tahun 'menjadi semakin mandiri' selalu masuk dalam daftar resolusi awal tahun saya. 
Kenapa?
Karena mandiri merupakan aspek penting yang sangat menentukan masa depan seseorang. Seseorang bisa sukses ataupun gagal dalam hidupnya berdasarkan tingkat kemandirian yang dimilikinya. 
Tenang saja, untuk menyandang predikat miss independent, kita nggak perlu terlalu memforce diri kita. Semuanya bisa dilakukan step by step. Learning by doing. 
Hal termudah untuk memupuk rasa mandiri dalam hidup kita sehari-hari adalah denganmengurus diri sendiri. Enggak ada lagi tuh, insiden kalang kabut pagi-pagi karena enggak ada yang bangunin dan berakhir dengan telat masuk sekolah. Siapkan keperluan sekolah dari malamnya, jadi saat pagi hari kita enggak usah ribet. Kumpulkan motivasi supaya begitu alarm berbunyi pada waktu seharusnya, kita langsung bangun, bukannya malah mengaktifkan menu snooze, atau menutup kuping dengan bantal. 
Berat memang, tapi bukan mustahil. Saya juga sedang berusaha untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan saya. 
Selanjutnya adalah dengan berani mencoba hal-hal baru yang positif dan dapat memberi dampak baik bagi kita, plus mempertanggung jawabkannya. 

Sifat mandiri juga bisa dibina lewat keberanian mengambil keputusan dan menentukan hal-hal penting dalam hidup kita. Minta saran atau evaluasi dari orang lain memang sah-sah saja, tapi jangan kelewatan juga, sampai kamu malah 'disetir' oleh mereka. 

Stop jadi spoiled brat. Kalau kebetulan nggak bisa dijemput, apa salahnya naik kendaraan umum? Kalau jarak dari rumah ke tukang fotocopy bisa ditempuh dengan jalan kaki, kenapa juga harus naik mobil? 
Tanamkan selalu prinsip bahwa apapun yang masih bisa kita kerjakan sendiri, akan kita lakukan dengan baik. Jangan menjadi 'parasit' bagi orang lain, atau dengan kata lain, orang menjadi terganggu karena ulah kita. 
Nah, yang satu ini adalah nilai plus. Mencari uang sendiri. 
Memang benar sih, selama masih sekolah, kita masih berada dalam tanggung jawab penuh orangtua. Sudah menjadi kewajiban mereka untuk menafkahi kita. Tapi coba deh bayangin, gimana asiknya kalau bisa mendapatkan uang dengan hasil jerih payah sendiri.
Saya tau bagaimana rasanya karena thank God saya sudah berhasil melewati fase ini dalam kehidupan saya. Perasaan bangga karena bisa melihat langsung hasil kerja kita membuahkan hasil dalam wujud materi tidak dapat dibayar dengan apapun juga. 

Selain itu, kita juga disadarkan tentang dua fakta sekaligus. Pertama, cari uang itu tidak mudah. Kedua, betapa besarnya pengorbanan dan kerja keras orangtua kita dalam mencari nafkah. Semuanya itu secara otomatis akan membuat rasa mandiri semakin tertanam dalam kepribadian kita. 
Tidak hanya itu saja. Orang lain juga pasti akan lebih menghargai kerja keras kita yang bisa mandiri tanpa 'suntikan' dana dari orangtua. 
Ada banyak hal yang bisa kita lakukan demi memperoleh penghasilan pribadi. Semuanya kembali kepada passion kita masing-masing. Untuk yang hobi nulis, bisa mengirim tulisan-tulisan ke majalah atau media lain (seperti apa yang saya lakukan). Bagi yang kreatif dan inovatif, bisa membuka online shop yang khusus menjual barang-baranghandmade yang unik dan one of a kind. 

Namun yang harus diingat adalah, bagaimana cara kita memanage uang penghasilan kita itu juga menjadi tolak ukur kemandirian kita. 

Cewek mandiri akan menggunakan uangnya dengan bijak. Entah itu dibelikan sesuatu yang betul-betul berdaya guna, atau untuk ditabung. Yang jelas tidak untuk dihambur-hamburkan demi kesenangan sesaat. 

Kesimpulannya, untuk menjadi cewek mandiri, pertama-tama harus dimulai dari tekad kita sendiri. Karena segala sesuatu yang diiringi dengan tekad bulat akan membuahkan hasil yang baik.  Baru kemudian kita mulai menerapkan step-step di atas dalam kehidupan sehari-hari.

Jika di tengah jalan kita merasa tidak mampu atau terlalu lelah, 'kobarkan' kembali semangat yang pernah menggebu-gebu di awal. Ingatlah betapa banyak hal baik yang akan kita dapatkan di kemudian hari dengan melatih diri menjadi cewek mandiri sejak dini.

Picture : pinterest.com

14 February 2011

Inside a Cup of Coffee



Siapa yang tidak suka dengan minuman satu ini? Kopi seolah menjelma menjadi minuman semua golongan, mulai dari orang desa sampai orang kota, anak muda sampai orang tua, tukang becak sampai pekerja kantoran. Apalagi sekarang ini kopi juga sudah menjadi semacam lifestyle. Lihat saja dari makin maraknya coffee shop di berbagai tempat di ibukota.

Namun sayangnya selama ini kopi selalu diidentikkan dengan minuman yang lebih banyak memberikan dampak negatif daripada dampak positif bagi tubuh. Padahal, ada banyak manfaat kopi yang sangat baik untuk kesehatan, lho. Apa saja?

1. Kopi selalu identik dengan kafein. Seperti yang sudah kita ketahui bersama, kafein menyebabkan kita tidak mudah mengantuk. Kenapa? Karena kerja kafein adalah mengambil alih reseptor adenosin (salah satu sel saraf dalam otak yang bisa membuat seseorang cepat tertidur), sehingga akan memacu produksi hormon adrenail, yang membuat kita melek total.

2. Selain itu, kopi bermanfaat sebagai pembangkit stamina dan penghilang rasa sakit. Tapi harus ditekankan dalam dosis kafein yang rendah. Kopi dapat memunculkan perasaan segar dan gembira. Pengganti coklat nih!

3. Yang lebih hebatnya lagi, berdasarkan penelitian di Amerika, kopi bisa mengurangi risiko kanker hati, usus, dan parkinson!

4. Berdasarkan penelitian dari The University of Sydney, setiap cangkir kopi yang kita minum bisa mengurangi risiko terkena diabetes tipe II sampai 7 persen.

5. Kopi juga bisa bikin awet muda, lho. Hal ini dikarenakan kopi mengandung zat antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas berbahaya bagi tubuh.

6. Mulai sekarang, sehabis melakukan olahraga berat (such as fitness, swimming, futsal, etc), sangat disarankan untuk mengkonsumsi kopi. Seperti yang diungkapkan oleh para ahli, kafein membuat glukosa lebih cepat masuk ke dalam otot dan mengubahnya menjadi glikogen. Glikogen sendiri merupakan sumber energi utama yang membuat otot bekerja. That's why kopi merupakan minuman regeneratif yang tepat setelah kita berolahraga berat.


Untuk kita yang nggak terlalu suka kopi yang terlalu pahit alias terlalu keras, don't worry. Kopi tanpa kafein pun (decaffein) memiliki zat antioksidan dalam jumlah yang sama.

Kabar baiknya lagi, ternyata kopi memiliki khasiat ekstra untuk kaum wanita. Studi yang terdapat dalam Journal of Applied Social Psychology menunjukkan bahwa wanita yang mengkonsumsi kopi akan memiliki kinerja yang lebih baik ketika berada di bawah tekanan alias stres. Penelitian tersebut melibatkan 64 pria dan wanita dengan usia rata-rata 22 tahun. Peserta diminta untuk memecahkan berbagai teka-teki dan tugas yang membutuhkan memori setelah minum kopi berkafein dan tanpa kafein.

Terbukti, setelah mengkonsumsi kafein, kinerja pria yang berada di bawah tekanan jauh lebih rendah dibandingkan wanita, di mana wanita yang telah mengkonsumsi kafein berhasil memecahkan teka-teki 100 detik lebih cepat dari pria. Bravo!

Segala sesuatu yang berlebihan pasti pada akhirnya enggak  bagus. Jangan karena tau kopi mengandung manfaat seperti yang sudah dijabarkan di atas, kita langsung nafsu menenggak bergelas-gelas kopi. Minum kopi secara berlebihan dapat meningkatkan serangan stroke akibat kerusakan pada dinding pembuluh darah. Jadi, batasi konsumsi kopi maksimal 300 mg kafein atau setara dengan 3 cangkir kopi per hari.

Pictures : sanctalilium.tumblr.com | goodreads.com